Modal Utama Manusia

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

 

Modal setiap manusia di dunia ini adalah :

 

a.       Waktu yang singkat.

b.      Nafas yang terbatas.

c.       Hari-hari yang berbilang.

 

Barangsiapa yang menggunakan kesempatan dan saat-saat itu dalam kebaikan dan sentiasa beribadah maka, beruntunglah dia. Namun, sebaliknya siapa sahaja yang menyia-nyiakan semua itu maka ia telah rugi dan waktu pun tidak akan dapat kembali seperti sediakala.

 

Ada sebuah sya’ir Arab yang menggambarkan ciri-ciri waktu dengan bahasa yang begitu mendalam :

 

“Waktu adalah ibarat mata pedang, jika kamu tidak memotongnya maka ia akan memotong kamu.”

Waktu adalah salah satu dimensi dalam hidup manusia.

 

Ciri-ciri waktu adalah :

 

1.      Sentiasa bergerak secara cepat.

2.      Berlalu tanpa terasa.

3.      Tiba-tiba mendatangi secara mengejut.

 

Tidak hairanlah kenapa masyarakat Arab membuat kiasan cepatnya keadaan waktu dengan kilatan pedang yang menyambar agar kita dapat meresapi cara mengatur waktu yang baik di mana kita perlu belajar dari seorang pahlawan mengenai teknik bermain dan menggunakan sebilah pedang.

 

Alangkah ramai orang-orang yang rugi kerana mereka mengira bahwa hidup di dunia ini panjang waktunya.

 

Allah swt berfirman :

 

Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu untuk main-main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS Al-Mu’minun : 115)

Ramai juga orang-orang yang menganggap diri  mereka telah berbuat kebajikan, banyak berjuang dan berjasa kepada Islam sedangkan Allah swt  menyindir orang-orang yang bersikap demikian dalam FirmanNya :

 

“Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan ini, sedang mereka telah menganggap telah berbuat kebaikan.” (QS Al Kahfi : 104)

 

Tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari umur, sedangkan umur manusia tidak lebih dari beberapa puluh tahun. Lalu kelak ia akan ditanya di atas setiap detik waktu yang dilaluinya dan apa yang ia lakukan di saat ia bertemu dengan Allah swt.

 

Rasulullah saw bersabda :

 

“Tidak akan berganjak kedua tapak kaki hamba pada hari Kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan, serta tentang fizikalnya untuk apa dia pergunakan.” (HR At-Tirmizi)

Umur manusia adalah masa yang ia tanam di dunia, sedangkan masa penghasilannya adalah di akhirat dan oleh kerana itu, sungguh amat rugi jika manusia menyia-nyiakan waktunya dan membelanjakan modalnya untuk sesuatu yang tidak berguna.

 

Barangsiapa yang tidak mengetahui besarnya nilai waktu yang terluang, sungguh akan datang padanya suatu masa di mana akan diperlihatkan kepadanya tentang mahalnya nilai waktu serta nilai beramal di dalamnya di mana yang jelasnya, manusia akan menyesal dalam dua keadaan :

 

1.      Ia akan menyesal kerana keingkarannya terhadap nilai waktu.

2.      Ia akan menyesal kerana sedikit amalnya mengisi ruangan waktu tersebut.

 

Namun penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.

 

Ada juga di kalangan manusia yang begitu prihatin dengan waktu, bahkan dalam fikirannya waktu 24 jam sehari semalam itu terasa begitu sedikit, namun semuanya mereka habiskan untuk urusan dunia dan jika hal itu benar-benar dilakukan maka dia termasuk orang yang bodoh kerana dia hanya mempersiapkan untuk urusan dunia semata-mata (sesuatu yang singkat) dan meninggalkan urusan akhirat (sesuatu yang sangat abadi ).

 

Dia bekerja keras siang dan malam tetapi hasilnya tidak seimbang dengan kemanfaatan yang diperolehi untuk dirinya di mana paling tinggi nikmat itupun hanyalah sekadar ia mendapatkan nikmatnya makanan dilidahnya namun apabila ia sakit, semua makanan yang terasa nikmat itu akan menjadi pahit dan tidak menyelerakan.

 

Begitu juga ia terasa nikmat dengan mempunyai harta yang banyak di mana ia tidak menyangka bahwa harta itu tidak akan dapat dibawa bersamanya ketika mati dan itulah sesungguhnya gaya hidup orang-orang yang kafir, maka apakah kita mahu disebut dengan sebutan itu?

 

Rasulullah saw bersabda :

 

“Dunia ini penjara bagi orang Mukmin dan Syrga bagi orang kafir.” (HR Muslim, At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw bersabda :

 

”Syurga itu dikelilingi oleh perbuatan yang dibenci oleh manusia dan Neraka itu dikelilingi oleh perbuatan yang di sukai Hawa nafsu” (HR Muslim, At Tirmizi dan Ahmad)

 

Kemudian Allah swt juga menegaskan didalam FirmanNya :

 

”Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang dan Neraka merupakan tempat tinggal mereka” (QS Muhammad :12)

Ciri-ciri waktu meliputi 3 perkara :

PERTAMA : WAKTU CEPAT BERLALU

 

Putaran dan pergantian waktu berlaku sangat cepat sekali bagaikan angin berhembus samada di waktu sedih ataupun gembira.

 

Jika dikatakan hari sukacita berlalu begitu cepat dan hari-hari duka bergerak begitu lambat, padahal itu hanyalah perasaan kita belaka dan bukan keadaan yang sebenarnya.

 

Allah swt menegaskan perkara ini dalam FirmanNya :

 

“Dan(Ingatlah)akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah tinggal (di dunia)melainkan sesaat sahaja di siang hari (yang di waktu itu) mereka saling berkenalan).”(QSYunus : 45)

 

KEDUA : WAKTU YANG SUDAH BERLALU TIDAK AKAN BOLEH KEMBALI ATAU DIGANTI

 

Seorang penyair pernah bersenandung :

 

“Seseorang hanyalah pengenderai di atas bahu umurnya, berkelana mengikuti hari dan bulan, ia lalui siang dan malam harinya, semakin jauh dari kehidupan semakin dekat dengan kuburan.”

 

Alangkah malangnya orang yang berasa gembira jika umurnya bertambah dengan mengadakan acara ulang tahun kelahiran atau hari jadi yang tidak ada tuntunannya dari ajaran Islam.

 

Bagaimana dia boleh merasa senang hati sementara :

 

a.       Hari-harinya melenyapkan bulannya.

b.      Bulannya melenyapkan tahunnya.

c.       Tahunnya melenyapkan umurnya.

 

lalu berhentinya umur menghantarkan dirinya kepada kematian.

 

Bagaimana kita tidak merasa sedih dengan umur kita yang pergi tanpa dapat diganti?

 

Manusia sejak diciptakan terus berjalan sebagai musafir dan tidak ada tempat berhenti baginya selain syurga atau neraka.

KETIGA : WAKTU ADALAH HARTA YANG SANGAT MAHAL HARGANYA YANG DIMILIKI OLEH MANUSIA

 

Betapa ramainya orang-orang yang membuang waktunya dengan percuma, sibuk dalam perbicaraan yang tidak bermanfaat sementara umurnya terus melaju menuju kematian tetapi ia tidak menyedarinya.

Bahkan ada orang yang umurnya 60 tahun yang sepatutnya membuatkan ia berwaspada untuk :

 

1.      Sentiasa mengejar pahala.

2.      Menjauhi maksiat.

3.      Segera bertaubat.

 

Namun, ia masih sahaja berkubang dalam lumpur kemaksiatan dan dosa.

 

Rasulullah saw bersabda :

 

“Allah swt memberi kesempatan kepada seseorang dengan ditangguhkan umurnya hingga mencapai umur 60 tahun.” (HR Bukhari)

PANDANGAN SALAFUS SOLEH MENGENAI WAKTU

 

Abu Darda’ ra berkata :

 

“Seandainya bukan kerana tiga perkara, tentu aku tidak suka hidup, meskipun hanya sehari:

1.      Kehausan kepada Allah di bawah panas terik siang hari.

2.      Sujud kepada Allah swt di tengah malam.

3.      Duduk-duduk bersama orang-orang soleh yang sentiasa memilih yang baik-baik dalam berbicara sebagaimana memilih kurma yang berkualiti.”

Ibrahim Al Harbi seorang Muhaddits berkata :

 

“Aku telah menemani Imam Ahmad Bin Hanbal selama 20 tahun, samada di musim gugur atau di musim bunga, musim panas atau musim dingin, malam dan siangnya sungguh aku tidak mendapatinya suatu hari kecuali hari itu lebih bertambah kebaikannya dari hari kelmarin.”

Maka barang siapa hari ini seperti hari kelmarin maka ia adalah orang yang tertipu dan barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kelmarin maka ia adalah orang yang tercela.

 

Marilah mulai dari sekarang untuk merubah perbuatan kita yang selama ini keliru kerana Rasulullah saw bersabda :

 

”Setiap anak adam pasti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang mahu memperbaiki kesalahannya”. (HRAhmad, At Tirmidzi dan Ad Darimi)

 

 

Ramai orang yang berniat untuk bertaubat, berbuat baik, meninggalkan kemaksiatan dan sebagainya akan tetapi semuanya itu hanya terhenti pada niat, keinginan, harapan dan angan-angan semata-mata.

 

Keputusan itu kini ada di tangan kita samada :

 

1.      Meniti jalan Allah swt dengan melakukan segala perintahNya.

2.      Bergerak di jalanNya dengan menjauhi segala laranganNya.

3.      Tetap tenggelam dalam kemaksiatan dalam melalui lorong kehidupan.

 

Marilah kita manfaatkan segala kesempatan untuk menambah kualiti hidup kita. Di samping sentiasa bertaqarrub kepada Allah dengan berbagai ibadah, kita juga hendaklah sentiasa bersama dengan orang-orang yang soleh, menghadiri majlis bersama mereka dan mendengar nasihat-nasihat mereka serta meneladani kehidupan mereka agar perjalanan kehidupan kita lebih terarah kerana waktu yang masih tersisa untuk kita amat sedikit sementara kita berada di lorong kehidupan yang akan segera berakhir.

 

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah segala kesalahan kami. Berilah kami kesedaran untuk kami sentiasa menghargai waktu yang Engkau kurniakan kepada kami sebagai modal utama untuk kami isi dan penuhi dengan amal-amal yang soleh yang akan menjadi bekalan kepada kami dalam perjalanan menujuMu di akhirat nanti.

 

Ameen Ya Rabbal Alameen

 

Wan Ahmad Sanadi Wan Ali

Pengerusi JK tarbiah IKRAM Shah Alam

 


Advertisements

Leave a comment

Filed under Renungan, Tazkirah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s